Tampilkan postingan dengan label Air Limau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Limau. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Februari 2010

Liputan Khusus : 13 Terpilih (Bag. 2)

Sebuah Kilas Balik

Meskipun tanpa breafing yang cukup, masyarakat mampu menghandle sebuah prosesi dengan tingkat kejelian tinggi. Prosesi pemilihan Pimpinan Kolektif LKM yang dipimpin Pak Saimi terlihat sempurna meskipun keterlibatan kaum perempuan minim. Mulai dari pembukaan, pembacaan dan pengesahan anggaran dasar, pengesahan tata tertib pemilihan, prosesi pemilihan sampai dengan perhitungan suara berjalan diluar dugaan. Tanpa sedikitpun campur tangan dari pendamping (fasilitator), mereka mampu melaksanakannya sendiri, dan hampir sempurna. Candaan dan karakter masyarakat yang low profile menambah sisi kekeluargaan diantara mereka. Pesan singkat yang mereka tanamkan adalah : begini saja kok repot.

Sesuatu yang sederhana, namun mempunyai makna sejuta cerita. Melakukan segala sesuatu dengan tekad dan niat mempermudah. Menilai sesuatu tidak terlalu rumit meski sebenarnya rumit, menilai sesuatu dengan kacamata kemudahan dan menjadi hal yang sederhana. Inilah pembelajaran kami dari sini. Dari daerah wilayah dampingan kami yang paling ujung, yang didalamnya tersampaikan pesan singkat, mereka sudah bisa mandiri. Suatu hal yang belum dimiliki daerah dampingan kami lainnya, meskipun tetap memerlukan pendampingan ekstra untuk menggali lebih dalam lagi potensi yang mereka miliki.

Dengan keterlibatan Pak Kades yang bersahaja meskipun pendiam, membuat pertemuan malam ini terasa lebih bermakna. Beliau turut serta sebagai panitia pemilihan, memberikan motivasi kepada warganya untuk tetap semangat dan bekerja keras. Simple dan sederhana namun mempunyai makna yang begitu dalam. Hal yang sama sekali tak kita sangka, ketika selesai pemilihan dan mulai memasuki acara perhitungan suara, tiba-tiba ada penyisipan acara penyampaian pesan dari keanggotaan BKM yang terdahulu. Padahal tidak ada dalam susunan acara yang dibacakan diawal acara.

Sungguh mengharukan saat beliau (baca; anggota BKM terdahulu) menyampaikan ayat-ayat Allah yang menyatakan begitu pentingnya melindungi orang miskin. Betapa pentingnya melindungi keberadaan orang miskin jika kita tidak mau tergolong dalam orang-orang yang mendustakan agama. Luar biasa kawan…..!!!!! Pembelajaran sebesar ini kita dapat di sini (baca; Air Limau), yang masyarakatnya menjadi bagian minoritas di kehidupannya. Malu dan sangat malu kita, jika sampai menelantarkan mereka. Pembelajaran yang akan kita ingat sebagai media perenungan kita bersama, bahwa mereka tanpa tendensi apapun.

Kenapa dikatakan tanpa tendensi? Orang bisa saja memberikan pesan sebagai bagian dari menarik simpati dan media kampanye untuk sebuah prosesi pemilihan ini. Mereka bisa saja melakukannya sebelum sesi acara pemilihan dimulai. Namun apa yang mereka lakukan? Mereka memberikan saran dan masukan serta wejangan disaat telah selesainya sesi pemilihan dan bersiap-siap memasuki sesi perhitungan suara. Sungguh luar biasa…, pembelajaran lagi yang kita dapatkan disini kawan….!!!!

Bahwa keanggotaan sebagai LKM bukanlah sesuatu yang menjadi ajang yang diperebutkan. Namun sebagai ladang amal dan ibadah, kita tidak mendapatkannya di dunia melainkan nanti di akhirat, tentunya dengan keikhlasan, begitu pesan singkat yang disampaikan BKM terdahulu sebelum sesi perhitungan suara.

Tertib, teratur dan prosedural. Inilah pembelajaran yang kita dapatkan disini. Ditengah malam dengan hentakan dan pelukan angin malam yang menciutkan raga kami, namun melecutkan semangat yang membahana saat melihat motivasi masyarakat yang tanpa te-deng aling-aling ini. Semoga apa yang dilakukan malam ini sebagai langkah awal perjalanan kedepan. Perjalanan dengan segala lika-likunya seperti perjalanan kami menuju ke wilayah ini, meliuk-liuk, tak jarang menikung tajam untuk kemudian lurus kedepan.

Sesi terakhir setelah perhitungan suara selesai, dilanjutkan pelantikan oleh Pak Kades. Hanya dengan penjelasan sedikit dari kami dan itupun dadakan, beliau begitu sempurna membangun motivasi ke 13 anggota terpilih. Kesediaan, keikhlasan dan kerja keras, begitu yang beliau sampaikan. Sampai dengan pemilihan koordinator LKM yang sangat demokratis.

Selamat Air Limau. Engkau mutiara terpendam yang memberi pelajaran berharga bagi ka-mi manusia-manusia angkuh ini. Manusia-manusia yang hanya hafal konsep dan terlalu teks book ini, yang tidak tahu arti kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya. Sekali lagi selamat dan di pundakmulah amanah masyarakat disematkan. Jaga dengan hati, landasi dengan nurani, tumbuhkan rasa mengabdi, untuk menjadi LKM Mandiri. Allah SWT beserta hambaNya yang ikhlas mengabdi pada kegiatan kemanusiaan.

Ditulis oleh : Dodo Pujakesuma

Sebuah Kilas Balik

Dalam mekanisme dan tatacara sebuah keorganisasian masyarakat, ada satu yang harus dijunjung tinggi sebagai dasar pelaksanaan kegiatan, ikrar suci masyarakat yang tertuang dalam kesepakatan, yakni anggaran dasar pendirian organisasi tersebut. Bukan aturan orang lain, bukan pula karena petunjuk teknis dan pelaksanaan ataupun juga bukan karena tuntutan program. Melainkan karena ikrar dan kesepakatan saat pertama kalinya ke-organisasian itu didirikan. Hal itu adalah landasan dan ikrar suci masyarakat, untuk sepakat melakukan pemilihan keanggotaannya setiap sekian tahun sekali. Masyarakat memang harus terus diajak berpikir mengkritisi kondisinya sendiri, bukan didikte sesuai keinginan kita. Tentunya dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan local.

Inilah yang sedang kami alami. Pendamping sebuah program yang terselubung dalam tim, mencoba mengambil langkah yang tidak bertentangan dengan aturan program namun tetap menghargai sisi kemanusiaan yang telah ada di masyarakat. Dengan berakhirnya masa bakti BKM dan atas landasan anggaran dasar, maka pemilihan ulang sebagai alternative cara untuk menumbuhkan kaderisasi keanggotaan dan menjaga ritme motivasi masyarakat. Namun terkadang dan parahnya, kita terjebak dalam tirani teoritis dan tidak mampu mengambil inisiatif untuk memodivikasi sebuah aturan dengan tetap berpedoman pada induk pedoman pelaksanaan. Ini akan kuceritakan kawan, bagaimana sebuah proses itu tetap berjalan tanpa sebuah tendensi dan motivasi apapun.

Setelah penjaringan utusan warga di tingkatan basis, dan sesuai dengan kesepakatan semula, maka prosesi pemilihan Pimpinan Kolektif LKM Tingkat Desa dilakukan, tepatnya tanggal 22 Februari 2009 dan dimulai pukul 19.30 WIB.

Menyusuri lengangnya malam dengan terpaan dinginnya hembusan udara perbukitan, menciutkan tubuh kami yang ringkih. Dalam kondisi yang tak wajar dan normal ---antara kondisi raga yang hampir limbung dan amunisi yang tak terjamah---, mengingat tak ada waktu untuk beristirahat, kami menembus kegelapan berubah bentuk menjadi kelelawar malam, meliuk-liuk di jalanan perbukitan, menuju suatu wilayah yang didalamnya terdapat sumber daya mempuni yang tak terlihat oleh kasat mata, tak tersentuh oleh telapak tangan, namun hanya dapat dirasakan dengan getaran jiwa, dengan entimen. Tak kurang dua puluh kilometer, kami meliuk-liuk dengan cengkraman dingin dan bertempur melawan kondisi kami sendiri untuk sebuah fasilitasi. Sebuah pertaruhan untuk sebuah maha karya tingkat tinggi, pemberdayaan sejati. Air Limau sebagai tujuan kelelawar-kelelawar malam ini. Untuk menemukan sari pati manisnya kehidupan dalam balutan hati pendampingan.

Bersambung Bro..... Jangan kemana-mana dulu...

Sebagai upaya menumbuhkan kaderisasi dan peluang masyarakat lainnya untuk memberikan sumbangsih bagi kemajuan desanya, setelah dua tahun kepengurusan BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) sebagai pimpinan kolektif didalam mengelola dana kegiatan disamping sebagai motor penggerak penanggulangan kemiskinan di wilayahnya, kegiatan review kelembagaan dilaksanakan di Desa Air Limau.

Kegiatan ini didasarkan pada ikrar suci masyarakat tahun 2006 kemarin, bahwa masa bakti BKM adalah dua tahun, dan dapat dilakukan pemilihan ulang setiap periode dua tahun tersebut. Ikrar suci yang dituangkannya ke dalam Anggaran Dasar inilah sebagai bahan acuan melaksanakan kegiatan review BKM. Sehingga saat ini yang dilakukan bukan membubarkan, bukan merombak, namun melakukan pemilihan ulang sebagai kaji ulang atas pelaksanaan kegiatan yang ada. Disamping terdapat perubahan nama dari BKM ke LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat), namun tetap sebagai lembaga amanah yang terpercaya dan mengakar.

Pembentukan Kepanitiaan Pemilihan
Kegiatan ini sebagai ruang belajar masyarakat untuk mengorganisasi kegiatan. Dengan berbagi peran dan tanggung jawab, masyarakat Air Limau siap melakukan penjaringan utusan di tingkatan yang paling bawah (RT atau dusun).

Pengecekan Utusan Warga
Setelah proses melakukan penjaringan di tingkatan basis (RT atau dusun), mulai dilakukan rekap dan pengecekan daftar utusan warga yang akan di undang pada saat pemilihan LKM di tingkat desa nantinya.